Waspadai Sinar X dan CT Scan

Posted by KUMPULAN ILMU KESEHATAN INDONESIA

Patah tulang, cedera hebat pada bagian kepala, penyumbatan arteri koroner adalah kondisi yang dapat dibuat untuk dapat dilihat melalui sinar X dan tak ada keraguan sama sekali karena hasil tampilan tersebut sangat berguna pada saat digukan sebagaiman mestinya.

Di sisi lain pengambilan gambar dengan sinar X dapat menimbulkan penyakit kanker. Karenanya pasien dinasihati untuk menanyakan secara kritis segala sesuatu mengenai sinar X apabila akan menjalani pengobatan menggunakan sinar X.

Sinar X menghasilkan radiasi ion yang juga terjadi secara alami .Dosis yang efektif yang dapat diterima oleh manusia diukur dengan satuan ukuran millisiverts, yaitu satuan ukuran radiasi.

Angka rata-rata pajanan sinar X yang normal adalah 2,1 millisievert per tahun, demikian dikatakan oleh pihak Lembaga Perlindungan Terhadap Radiasi di Salzgitter, Jerman.

Sebagai pembanding seorang pasien yang menjalani CT (computed Tomography) atau CT Scan dibagian kepala mereka menerima dosis 2 hingga 4 millisiever, demikian dikatakan oleh ahli radiologi Chritoph Heyer dari Perkumpulan Pekerja Klinik di Universitas Ruhr di Bochum.

Apabila seorang pasein terkena pajanan sinar X sebesar 0,03 hingga 0,1 milliesievert, maka hal itu tidak berarti si pasien menerima sinar X kadar ringan,” kata Heyer.

“Setiap pajanan sinar X berarti terjadi radiasi dan tak ada batasan dimana kerusakan dapat dihindari,` kata heyer lagi.

“Penggunaan CT Scan murni untuk memeriksa kesehatan karena tak ada gejala klinis atau faktor resiko tinggi yang dapat membuat kesimpulan yang keliru,” kata Reinhard loose, kepala Institut Diagnostik dan Radiologi Intervensional di rumah sakit North Nurnberg.

Juga ketika seorang pasien mengalami sakit yang serius merek harus mengajukan pertanyaan kritis, kata Heyer sambil menambahkan bahwa seringkali pasien secara otomatis digiring ke bagian radiology tanpa kejelasan tujuannya.

Menurut Wolfram Koenig, Kepala badan Perlindungan Terhadap radiasi Jerman , pengambilan foto sinar X seringkali digunakan tanpa kejelasan klepentingannya.

“Maka, pasien harus melakukan sesuatu sebelum itu terjadi dengan menanyakan kepada dokter mereka apa kepentingan pengambilan foto sinar X berkaitan dengan penyakit atau kondisi kesehatan mereka,” kata Konig.

Penting untuk memberi tahu kepada para dokter akan adanya pemeriksaan yang serupa yang dapat dilakukan di awal dan dapat memberikan pelayanan pengambuilan foto menggunakan sinar X sesuai dengan perjanjian apabila diperlukan.

Sebagai tambahan, katanya, pasien juga harus memberi tahukan kepada dokter mereka mengenai catatan atau file foto hasil sinar X yang mereka miliki dan membawanya ketika mereka berkonsultasi dengan dokter.

sumber: perempuan.com

No comments:

Post a Comment